PEDOMAN TEKNIS PERANCAH / SCAFOLDING

Sesuai dengan :
SKB Menaker & PU
No 174/Men/1986 & 104/Kpts/1986


TUJUAN UMUM
• Perancah harus dibuatkan untuk semua pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan secara
aman pada suatu ketinggian.

• Perancah hanya dapat dibuat dan diubah oleh
– Pengawas yang ahli dan bertanggung jawab
– Orang-orang yang ahli

BAHAN-BAHAN PERANCAH
• Dalam membuat perancah harus digunakan bahan yang baik.
• Kayu yang akan digunakan harus berurat lurus, padat, tidak ada mata kayu yang
besar, kering, tidak membusuk, tidak ada lubang ulat dan kerusakan lain yang dapat
membahayakan.
• Tali baja yang telah terkena asam atau atau bahan kimia, karat, tidak boleh
digunakan.
• Tali serat tidak dapat digunakan.
• Papan harus tahan retak atau pecah.
• Paku harus mempunyai panjang dan tebal yang cukup.
• Paku besi yang getas (cast iron) tidak boleh digunakan.
• Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan perancah harus disimpan dengan baik dan
jauh dari material yang berbahaya.
• Pengikat untuk perancah kayu harus berupa baut besi dengan ukuran yang memadai,
cincin penutup, sekrup dan lain-lain pengaman yang dibutuhkan.

KONSTRUKSI
• Perancah harus dihitung dengan safety factor 4 x beban maksimum.
• Perancah harus diberi tangga untuk berjalan dan fasilitas pengaman lainnya.
• Perancah tidak boleh terlalu tinggi di atas angkur yang tertinggi.
• Perancah harus terikat kuat ke segala arah (x,y,z) dan stabil sampai perancah
dilepas.
• Pondasi perancah harus kuat dan stabil.
• Batu bata, pipa, bahan lain yang rusak tidak boleh dipakai untuk penahan perancah.
• Bila diperlukan, perancah dilengkapi dengan safety net atau sejenis untuk
menghindari benda yang terjatuh.
• Paku harus tertanam penuh, tidak boleh separuh dan kemudian dibengkokkan.

PEMERIKSAAN DAN PEMELIHARAAN
• Perancah sebelum dipakai harus diperiksa oleh orang yang berwenang untuk
meyakinkan :
– Perancah dalam kondisi stabil
– Bahan yang dipakai tidak rusak
– Sudah diberi pengaman
– Cukup aman untuk digunakan.
• Perancah harus diperiksa oleh tenaga ahli yang berwenang :
– Minimum 1x seminggu
– Sesudah cuaca buruk atau gangguan dalam masa pembangunan yang agak
lama.
• Setiap bagian perancah harus diperiksa sebelum dipasang.
• Setiap bagian perancah harus dipelihara dengan baik dan teratur sehingga tidak ada
yang rusak atau membahayakan waktu dipakai.

PERLENGKAPAN PENGANGKAT PADA PERANCAH
• Bila perlengkapan pengangkat digunakan pada perancah :
– Bagian-bagian dari perancah harus diperiksa dengan cermat dan kalau perlu diperkuat.
– Setiap pergeseran tiang penyangga dan atau putlog harus dicegah.
– Di tempat alat pengangkat dipasang, tiang penyangga harus dihubungkan erat pada
bagian bangunan yang kuat.
• Bila pelataran alat pengangkat tidak menggunakan tali pengaman sehingga muatan
yang diangkat dapat mengganggu perancah, harus dipasang pengaman vertikal untuk
mencegah alat pengangkat menyangkut pada perancah.

PENGGUNAAN PERANCAH
• Perancah tidak boleh menerima beban kejut yang besar.
• Untuk mencegah muatan beradu dengan perancah, gunakan tagline yang dikaitkan ke
muatan.
• Distribusi gaya muatan harus merata.
• Beban/gaya muatan tidak boleh melebihi kapasitas yang ditentukan.
• Perancah tidak boleh dipakai untuk menyimpan bahan-bahan kecuali bahan yang segera
dipakai.
• Tenaga kerja tidak boleh bekerja dekat perancah sewaktu angin kencang.
• Bahan-bahan perancah harus dipasang dengan hati-hati.

PLATFORM / PELATARAN KERJA
• Semua perancah dimana tenaga kerja berada harus dilengkapi dengan platform untuk
bekerja.
• Pelataran kerja tidak boleh ditumpangkan pada serambi atap, penampung air hujan,
penangkal petir atau bagian-bagian lain yang tidak semestinya.
• Pelataran kerja tidak boleh digunakan sebelum betul-betul selesai dan diberi
pengaman.
• Pelataran kerja harus dipasang minimal 1 meter di bawah puncak tiang vertikal.
• Pelataran kerja harus dilengkapi papan pengaman kaki (toe board) berukuran tebal
minimal 2,5 cm dan lebar minimal 15 cm.
• Papan pelataran kerja harus menonjol keluar dari tempat tumpuan maksimal
sejarak 4 x tebal papan.
• Papan pelataran kerja harus mempunyai tebal yang sama.
• Setiap papan pelataran kerja harus ditumpu minimal 3 tumpuan, kecuali bila jarak
tiang vertikal dan tebal papan dapat menjamin aman terhadap guling atau lengkung.
• Pelataran harus terkonstruksi kuat sehingga tidak ada pergeseran selama pekerjaan
berlangsung.

GANG, RAMP DAN JALUR PENGANGKUT
• Gang-gang tempat berjalan maupun tempat transportasi bahan-bahan harus sedemikian
rupa sehingga tidak goyang, melendut atau ambruk akibat pembebanan maksimal yang
bekerja.
• Lebar gang, ramp dan jalur pengangkut bahan ≥ 60 cm dan kemiringannya tidak
melebihi 1:4.
• Pasang pagar pengaman setinggi 1m bila ketinggian gang, ramp dan jalur pengangkut
bahan ≥ 2m di atas permukaan tanah.
• Ramp dan jalur pengangkut bahan untuk jalan masuk kendaraan harus kuat dan stabil
serta mempunyai kemiringan dan lebar yang aman.

PERANCAH FRAME
• Frame berbeda tidak boleh berpasangan.
• Perancah harus aman terhadap pergeseran vertikal.
• Frame harus dijepit sempurna.

PERANCAH PIPA
• Dibuat dari material yang baik : pipa baja berlapis timah (galvanized steel).
• Safety Factor 4.
• Perancah tidak boleh dipasang dengan jarak < 5m dari jaringan dan peralatan listrik.
• Pipa harus lurus, bebas dari karat dan perubahan bentuk.
• Pipa harus mempunyai ukuran dan kekuatan yang cukup untuk menahan beban yang
diterima dan diameter minimal 5 cm.

Pemasangan Pipa Vertikal
• Muatan berat : 350 kg/m² → jarak tiang vertikal ≤ 1,8 m
• Muatan ringan : 125 kg/m² → jarak tiang vertikal ≤ 2,3 m
Pemasangan Pipa Horizontal Memanjang
• Dipasang pada tiang vertikal.
• Menghubungkan ≥ 2 ruang di antara tiang vertikal.
• Sambungan harus dengan tiang vertikal.
• Sambungan tidak boleh tepat satu garis lurus di atas dan di bawahnya.
• Jarak vertikal antara pipa ≤ 2 m.
Pemasangan Pipa Horizontal Melintang (Putlog)
• Muatan berat → jarak ≤ 90cm
• Muatan ringan → jarak ≤ 1,15m
Angkur Perancah Pipa
• Tiang vertikal pertama dan terakhir harus diangkur pada bangunan melalui pipa
angkur.
• Tiang vertikal bagian tengah harus diangkur secara selang seling.

PERANCAH PERSEGI
• Jarak antar perancah ≤ 1,5 m.
• Maksimal 3 tingkat.
• Tingkat-tingkat harus diperkuat satu sama lain dengan bracing.

PERANCAH TUPANG SUDUT
• Jarak ≤ 1,8 m.
• Lebar pelataran ≤ 1,5 m.
• Pelataran dipasang pada balok penyangga.
• Tidak boleh dipakai untuk menyimpan bahan-bahan.

PERANCAH TUPANG JENDELA
• Hanya digunakan pada jendela dimana perancah ditempatkan dan hanya seorang pekerja
yang boleh bekerja.
• Perancah yang berdampingan tidak boleh dihubungkan dengan papan.
• Perancah tidak boleh digunakan penumpu untuk perancah lainnya.


PERANCAH BERGERAK
• Hanya dapat digunakan pada permukaan keras.
• Tinggi perancah maksimal 4 x lebar.
• Harus dilengkapi rem pengunci.
• Orang tidak boleh di atas perancah yang sedang bergerak.
• Semua bahan/alat yang dapat terjatuh harus disingkirkan dari pelataran sebelum
menggerakkan perancah.

Lowongan Kerja free7 network twitter technorati

0 comments:

 
Place Everything here...